IPB, Lingkungan Hidup Marissa Haque Fawzi

IPB, Lingkungan Hidup Marissa Haque Fawzi
IPB, Lingkungan Hidup Marissa Haque Fawzi

Meneliti Pemberantasa Illegal Logging di Indonesia adalah Pilihan Marissa Haque

Meneliti Pemberantasa Illegal Logging di Indonesia adalah Pilihan Marissa Haque
S3 di PSL IPB, Menteri Kehutanan Ri Zulkifli Hasan dan Marissa Haque Kandidat Doktor dari PSL-IPB

Marissa Haque & Ikang Fawzi, Berjiwa Besar walau Terus Dihina, dalam Doktoral di IPB

Marissa Haque & Ikang Fawzi, Berjiwa Besar walau Terus Dihina, dalam Doktoral di IPB
Marissa Haque & Ikang Fawzi, Berjiwa Besar walau Terus Dihina, dalam Doktoral di IPB

Menteri Kehutanan Ri Zulkifli Hasan dan Marissa Haque Kandidat Doktor dari PSL-IPB

Menteri Kehutanan Ri Zulkifli Hasan dan Marissa Haque Kandidat Doktor dari PSL-IPB
Menteri Kehutanan Ri Zulkifli Hasan dan Marissa Haque Kandidat Doktor dari PSL-IPB

Marissa Haque: Spizaetus Bartaelsi si Elang Jawa Garuda Pancasila

Marissa Haque: Spizaetus Bartaelsi si Elang Jawa Garuda Pancasila
Marissa Haque: Spizaetus Bartaelsi si Elang Jawa Garuda Pancasila

Rasa Iri Mereka & Maafkanlah, Marissa Haque & Ikang Fawzi, Doktoral di IPB

Rasa Iri Mereka & Maafkanlah, Marissa Haque & Ikang Fawzi, Doktoral di IPB
Rasa Iri Mereka & Maafkanlah, Marissa Haque & Ikang Fawzi, Doktoral di IPB

Saat Semangat Meneliti Naik-turun, Ikang Fawzi Jadi Sumber Kekuatan

Saat Semangat Meneliti Naik-turun, Ikang Fawzi Jadi Sumber Kekuatan
IPB dalam Kenanganku: Marissa Haque

Lagu: "Panggilan Jiwa" (Ikang Fawzi dan Chandra Darusman), Iluni 1982

Ikang Fawzi & Chandra Darusman: Kompaknya Dua Anak Deplu Alumni UI (Universitas Indonesia/ILUNI), 1982

Rabu, 29 Desember 2010

Oleh-oleh Tulisan Bunda Marissa Haque dari FH-UGM (1)

Sumber: http://marissa-haque-fh-ugm.blogspot.com/

Potongan dari Paper Teori Hukum Kelas "Teori Hukum" dengan dosen/Dekan FH-UGM Prof.Dr. Marsudi,
oleh: Marissa Grace Haque Fawzi

Sub-judul:

Unethical-Illegal vs Legal-Unethical
Ketika Soros (2010) menyatakan bahwa humans are subject to failure,[1] terkait kejadian paradoksal antara keadilan dan kepastian hukum di Indonesia, maka topik tentang negara-keadilan-kontrak sosial selalu menjadi sumber menarik untuk diteliti lebih lanjut karena lebih sering keduanya tidak berjalan seiring-seirama. Dalam banyak situasi di Indonesia, mereka yang berlindung kepada hukum positif Indonesia bukan hanya mereka yang baik saja tapi juga mereka yang diduga jahatpun turut ‘terlindungi.’
            Sesuatu yang tidak etis/un-ethical belum tentu dianggap jahat/illegal, namun sesuatu yang jahat/illegal sudah pasti etis/un-ethical. Seperti misalnya korupsi adalah sebuah kejahatan luar biasa/extra ordinary crime, namun dalam suatu kondisi situasional sangat sering kejahatan luar biasa/extra ordinary crime tersebut dianggap sah/legal. Sebaliknya semisal pemberantasan korupsi itu sangat baik, namun dalam kondisi tertentu terbukti bahwa hukum dapat menjadi  legalitas para koruptor dan para whistle blower menjadi semacam ‘pesakitan’ yang menjadi ‘bulan-bulanan’ media tertentu yang dimiliki oleh pemilik kapital yang patut diduga pelaku dari korupsi yang dituduhkan.
            Comte-Sponville (2001) menyatakan, bahwa dalam hubungannya hukum sebagai pembawa nilai terjadi benturan kepentingan dari fungsi pesan keadilan sekaligus sebagai order dari the lawgiver.[2] Dalam bukunya dijelaskan juga kondisi tersebut telah lama terjadi bahkan sejak zaman Yunani kuno dan diamati secara berkelanjutan oleh para filsuf mereka saat itu.


[1] Wawancara George Soros oleh penyiar Desy Anwar di Metro TV, pada Juni 2010

[2] Comte-Sponville, Andre. 2001.  A Small Treatise on the Great Virtue. New York: Henry Holt and Company

Selasa, 28 Desember 2010

Pelajaran Cinta yang Indah untuk Bunda Marissa Haque & Ayah Ikang Fawzi dari Oma Rima Melati

Mbak Rima Melati adalah salah satu combang kami--Ikang Fawzi & Marissa Haque. Beliau mengatakan bahwa Cinta Ikut Menyembuhkan dirinya ketika dalam perawatan sakit kanker yang pernah dialaminya dulu. Banyak hal yang dapat kita pelajari dari kehidupannya berumahtangga dengan Bung Frans Tumbuan. Berikut dibawah ini kisahnya:

Source: Gaya Hidup Sehat
http://m.kompas.com/xl/read/data/2008.02.14.01265269

Banyak yang mengatakan, kekuatan cinta dapat membuat segala hal menjadi mungkin, termasuk menyembuhkan penyakit. Demikian yang dirasakan Rima Melati ketika berjuang melawan kanker payudara.

Saat divonis mengidap penyakit itu, ia merasa harapan hidupnya sangat kecil. Apalagi ketika penyakit ini sudah mencapai stadium cukup parah dalam waktu singkat, hingga Rima harus menjalani kemoterapi di Belanda pada tahun 1990.

ikang-fawzi-dan-marissa-haque-cinta-anak-anak-tangsel“Ketika itu saya sudah kecil hati, tetapi suami terus memberi semangat kepada saya untuk melawan penyakit ini,” ucap Rima, yang menikahi Frans Tumbuan pada tahun 1973.

Tidak hanya lewat kata-kata, rasa cinta Frans kepada sang istri juga diwujudkan melalui perbuatan. “Meski hanya perbuatan kecil seperti menyisir rambut yang rontok akibat kemoterapi dan membacakan buku, itu sangat berarti. Banyak orang menyerah ketika orang yang dicintainya divonis kanker. Untung itu tidak terjadi pada Frans, ia selalu menemani saya,” papar wanita kelahiran 22 Agustus 1939 ini.

Selain suami, anak-anak dan keluarga juga tak bosan mendorong Rima untuk bangkit, hingga timbul semangat dalam dirinya untuk survive dan sembuh. “Perhatian mereka menjadi obat paling mujarab bagi saya. Ada semacam kekuatan yang dapat menyembuhkan di luar obat medis.

Jadi benar kalau dibilang kekuatan cinta dapat menyembuhkan. Cinta dapat membuat seseorang menjadi kuat di kala menghadapi kritis,” sebutnya.

Kini, setelah sembuh dari kanker payudara, pemilik nama asli Marjolien Tambajong ini mengaku ikatan antara dirinya, suami, dan keluarganya bertambah erat. Ia telah membuktikan, kekuatan cinta memang menyembuhkan.

Di-copy dari: http://anak-anakbundamarissa.blogspot.com/

Kamis, 23 Desember 2010

Stand Point Marissa Haque Istriku atas Pidana Illegal Logging: Ikang Fawzi

Dari Blog Ikang Fawzi di: http://ikangfawzi.blogdetik.com/

Marissa Haque mengatakan, untuk memulihkan hutan Riau dan Indonesia, diperlukan a very strong leadership (kepemimpinan yang kuat dan komitmen tinggi) untuk menghentikan penebangan liar, melalui asas FORUM PREVILEGIATUM bilamana seluruh perangkat hukum yang tersedia dinegeri ini tidak lagi dapat menyelesaikan masalah pencurian kayu sistemik serta berkelanjutan tersebut.

“Dulu di Riau ada Kapolda yang memiliki komitmen untuk mengatasi pembalakan liar. Namun, akhirnya dikalahkan oleh kekuasaan,” kata istri rocker terkenal Ikang Fawzi ini. Marissa Haque selama tahun 2008 pernah beberapa kali datang ke Riau untuk meneliti kehancuran hutan Riau guna menyelesaikan Disertasi S3-nya di IPB Bogor. Saat itu, artis ini banyak dibantu oleh para aktivis lingkungan di Riau dan mantan Kapolda Riau, Irjen Pol Sutjiptadi.

“Gak lihat baju saya pakai sekarang ini, cokelat? Karena hutan Riau tidak lagi hijau lagi,” kata Icha, panggilan akrabnya. Hadir dalam Diskusi Publik tersebut Prof Jonotoro dan Direktur Ekeskutif Walhi, Hariansyah. “Mari kita mulai dari diri sendiri dan hari ini untuk selamatkan hutan Riau,” ajak Icha.(*)

Editor : Juang_Naibaho, Source : Tribun Pekanbaru

Sumber: http://www.tribunnews.com/2010/10/17/marissa-haque-kritisi-hutan-riau

Marissa Haque Fawzi: Attention to Pak Dahlan Ikhsan & Pak Margiono (Cyber Crime dari Anak Buah Bapak Berdua!)

Apa korelasinya judul si Wartawan dengan nama kooptasi BUnda asuh kami ya? Jahat sekali yang diduga timses Ratu Atut Chosiyah & Airin Rachmi Diany itu...
Sumber: http://www.jpnn.com/read/2010/12/12/79383/Baru-Sebulan,-Marissa-Haque-Diberhentikan- NUSANTARA - SUMUT Minggu, 12 Desember 2010 , 10:51:00 Baru Sebulan, Marissa Haque Diberhentikan
TAPTENG -- Marissa Haque Pasaribu yang dilantik 8 Nopember 2010 sebagai anggota DPRD Tapteng Pergantian Antar Waktu (PAW) dari Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) menggantikan Alm H Petrus Cuaca, sudah langsung diberhentikan sebagai kader oleh partainya. Sehingga pemberhentian tersebut secara otomatis juga melenyapkan hak Marissa sebagai anggota DPRD Tapteng dari PKPB.
Hal ini sesuai dengan SK DPD PKPB Tapteng Nomor: SKEP-02/DPD-PKPB/TT/XI/2010 tanggal 15 Nopember 2010 Tentang Pemberhentian Marissa Haque Pasaribu sebagai anggota PKPB Tapteng dan penetapan Hamdan Simbolon SH sebagai PAW anggota DPRD PKPB Tapteng periode 2010-2015 yang dikuatkan dengan SK DPD PKPB Sumut Nomor : SKEP-37/DPD-PKPB/SU/XII/2010 tanggal 4 Desember 2010 yang ditanda tangani langsung oleh Ketua DPD PKPB Sumut, Drs H Razman Arif MA dan Sekretarisnya Andri Agam SH.

Demikian disampaikan oleh Pjs Ketua DPD PKPB Tapteng, Paradong Martin Nababan didampingi Koordinator Dapil VIII PKPB Sumut, Hamdan Simbolon SH kepada Metro Tapanuli di Sibolga, kemarin.
Menurut Pjs Ketua DPD PKPB Tapteng, Paradong M Nababan, pemberhentian sebagai kader yang dilakukan oleh PKPB kepada Marissa Haque Pasaribu adalah disebabkan karena Marissa Haque dinilai telah melakukan pelanggaran terhadap Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan Peraturan Partai.

"Ada dua alasan kuat kenapa kita terpaksa memberhentikan Marissa Haque Pasaribu sebagai kader PKPB Tapteng, yang tentunya juga secara otomatis menghilangkan haknya sebagai anggota DPRD Tapteng dari PKPB. Alasan pertama adalah disebabkan karena Marissa Haque Pasaribu sebagai kader PKPB telah terbukti melanggar AD/ART PKPB dan Peraturan PKPB Nomor : PP-04/DPP-PKPB/II/2007 Tentang Tata Cara PAW. Di mana, Marissa Haque Pasaribu dinilai terbukti melakukan pengajuan dirinya sendiri ke KPU Tapteng sebagai PAW menggantikan Alm H Petrus Cuaca tanpa adanya persetujuan dan SK dari DPP PKPB tentang PAW tersebut.

Alasan yang kedua, dikarenakan Marissa Haque Pasaribu tidak mau melakukan koordinasi dan bahkan tidak mengakui Pjs Ketua DPD PKPB Tapteng yang telah ditetapkan oleh DPD PKPB Sumut dengan nomor : SKEP-34/DPD-PKPB/SU/XI/2010 Tentang Penetapan Paradong Martin Nababan sebagai Pjs Ketua dan Novi Sanra Siregar sebagai Pjs Sekretaris DPD PKPB Tapteng sehingga telah melanggar Peraturan Partai PKPB No: PP-02/DPP-PKPB/II/2007 Tentang Disiplin Partai dan Sanksi Organisasi. Sebagai ketua partai, kita harus menjunjung tinggi AD/ART Partai dan melaksanakan Peraturan Partai secara tegas," jelasnya.

Saat ditanya Metro Tapanuli tentang kepastian tanggal pelantikan Hamdan Simbolon SH sebagai anggota DPRD Tapteng menggantikan Marissa Haque Pasaribu, Paradong menyatakan akan menyerahkan hal tersebut kepada KPU dan DPRD Tapteng.

Sementara Marissa Haque Pasaribu yang coba dikonfirmasi METRO tanggapannya terkait pemberhentian tersebut, tidak berhasil. Saat Metro Tapanuli mencoba menemui anggota DPRD Tapteng termuda ini di Kantor DPRD Tapteng, tidak berhasil ditemui. Menurut beberapa staf di kantor tersebut, Marissa sudah pulang dari DPRD Tapteng. Ketika beberapa kali coba dikonfirmasi METRO melalui ponselnya, tidak diangkat walaupun sudah di SMS. (ahu)

Related News:

Pertamina Diminta Hengkang dari Bitung
Gali Kubur Malah Dapat Bom
Tabung Gas Meledak, Tiga Tewas
Mantan Bupati Simalungun Diperiksa Kejati
Kejati Banten Sorot Fee DPRD Banten
Kejagung Diminta Ungkap Korupsi di Berau

Senin, 20 Desember 2010

Di IPB Juga Belajar Leadership untuk SDALH: Marissa Haque & Ikang Fawzi

Menjadi Kepala Daerah seperti Gubernur/walikota/Bupati adalah sebuah jabatan eksekutif ditingkatan daerah, adalah tidak beda dengan pejabat negara lainnya maupun presiden yang mempunyai garis-garis besar dalam bekerjanya maupun hubungan antar lembaga. Hal tersebut untuk menjaga tidak tumpang tindihnya birokrasi dalam pemerintahan yang mengakibatkan inefisiensi implementatif. Singkatnya, hal ini membantunya dalam menjalankan pemerintahan yang syarat dengan elemen hukum dan politik.

Selanjutnya Kepala Daerah haruslah seorang yang mempunyai visi dan misi yang jelas yang terutama dalam kepemimpinan daerahnya. Selain itu tidakkah lebih baik jika seorang kepala daerah yang amanah, dalam arti mampu memujudkan apa yang dijanjikan selama kampanye? Disini stategi-strategi pembangunan yang efektif diperlukan guna menjaga kestabilan serta kelancaran dalam merealisasikannya, bukan kalkulasi dukungan politik semata.

Secara pribadi, kesemuanya berpusat pada satu inti yaitu kinerja. Sebuah janji, tujuan ataupun cita-cita pasti akan terletak pada proses kinerja bagaimana mencapainya. Demikian juga dengan seorang Kepala Daerah, akan semakin bermanfaat bagi masyarakat daerahnya jika mengandalkan kinerja-kinerja yang kongkrit. Apalagi dalam era otonomi daerah sekarang ini yang memberikan keleluasaan yang lebih pada daerah sehingga dapat dikatakan awal yang baik dalam pengembangan dan pembangunan.

Untuk kelanjutannya agar kebijakan pemerintah daerah sinkron dengan kenyataan dilapangan serta berguna untuk memberikan poin-poin determinasi maupun kolaborasi target-target pembangunan, sebaiknya dilakukan upaya-upaya dasar seperti penyerapan aspirasi masyarakat, pemetaan geografis daerah, pemahaman kondisi sosial budaya maskarakat lokal serta pemahaman ekonomi lokal. Secara empiris, hasil-hasil tersebut diatas berbeda satu sama lain setiap daerah. Untuk itulah dapat kita simpulkan bahwa setiap daerah memiliki potensi dan karakteristik yang berbeda yang tentunya menuntut perlakuan berbeda pula. KD haruslah benar-benar mengerti akan daerahnya. Bukan sekedar figur terkenal, tokoh maupun emosi putra daerah belaka.

Beberapa aspek yang harus dipenuhi antara lain:

(1) Aspek Ekonomi
Gerak ekonomi adalah salah satu yang terpenting dalam suatu daerah. Perkembangannya juga tidak lepas dari geologis ekonomis dan historis masyarakat setempat, sehingga hal ini memungkinkan perbedaan karakteristik perekonomian satu daerah dengan yang lain. misalnya daerah A yang tanahnya subuh untuk pertanian maka mayoritas penduduknya bergerak dibidang pertanian. Berbeda dengan daerah B yang dekat dengan pantai dan tanah yang kurang subur sehingga tidak cocok untuk lahan pertanian, maka dari itu penduduknya lebih banyak yang bekerja dibidang perikanan dan pariwisata.

Dari ilustrasi diatas, salah satu strategi untuk menyiasati dalam hubungannya dengan pengembangan ekonomi adalah memakai konsep keunggulan komparatif, yaitu pembangunan dengan mengembangkan keunggulan ekonomis setempat, dimana tidak terdapat ditempat lain. Pola ini memungkinkan untuk membentuk identitas dan meningkatkan daya saing tersendiri satu sama lain antar daerah. Hal tersebut dengan membawa dampak positif dalam pembangunan nasional karena akan banyak terbantu dalam menentukan kebijakan dan efisiensi.


Selain itu, tugas pemerintah daerahlah yang memberikan tatanan pijakan dan dukungan yang penuh pada kewirausahaan dan kegiatan ekonomi lainnya. Secara lebih nyata dalam dunia bisnis membutuhkan stimulus-stimulus seperti penyediaan infrastruktur, birokrasi perijinan yang praktis, insentif pajak, aturan-aturan main yang jelas dalam berbisnis, pengelolaan kekayaan alam yang tidak monopolitik, perlindungan, pendidikan dan pelatihan usaha, upah minimum daerah, memberdayakan organisasi-organisasi pekerja dan kebijakan supported sektoral lain-lainnya yang sesuai.

Masalah pengangguran dan tingginya angka angkatan kerja juga tidak kalah penting untuk diselesaikan dengan menciptakan program-program kerja yang padat karya maupun memberikan insentif kepada usaha yang melibatkan tenaga yang banyak. Surplus anggaran daerah seharusnya dimaksimalkan dengan program diatas serta dalam rangka menyediakan infrastruktur usaha yang berkesinambungan.

(2) Aspek Kesehatan

Aspek ini meliputi tingkat kelahiran, tingkat umur rata-rata hidup, kebersihan, kondisi Mandi cuci kakus (MCK), populasi penduduk dalam hubungannya dengan kesehatan, pemahaman masyarakat tentang kesehatan, pelayanan dan kuantitas publik kesehatan didaerah, program vaksinasi, disease preventives dan masih banyak lagi. Secara ringkas, program-program yang berhubungan dengan kesehatan lokal sangat mendukung berjalannya aspek lain. Oleh karena itu concerning akan meningkatkan kualitas kesehatan, akan memudahkan masyarakat dalam mengakses kebutuhan sehatnya. Ada semacam timbal balik positif jika semakin sejahtera suatu daerah maka semakin tinggi kualitas kesehatan masyarakat, semakin mudah pemerintah menjalankan proses pembangunan, begitu sebaliknya.

(3) Aspek Tata Ruang Kota

masalah ini mungkin menjadi permasalahan daerah dimana-mana yaitu kurang tertatanya tata ruang kota yang baik. Akibatnya terjadinya tumpang tindih pembangunan pemukiman, areal pendidikan, perkantoran, mall, pelayanan public lainnya, hotel, bangunan-bangunan yang mempunyai historikal yang tinggi dan lain-lainnya. Jika kita melihat situasi-situasi urban khususnya sangatlah crowded berserta aktivitas masyarakatnya yang berjejal-jejalan.

Ada baiknya untuk mengatasinya dibuat cities designs planning yang membantu pengaturan dan alokasi konsentrasi pembangunan infrastruktur. Untuk memperkuatnya maka memasukkannya dalam salah satu orientasi kebijakan-kebijakan daerah sangatlah mendukung selain memberikan landasannya berupa payung hukum atas implementasinya.

Strategi yang lain adalah memangkas birokrasi proyek-proyek yang ada dengan mekanisme satu pintu, memungkinkan terkontrolnya di dilapangan dan memperkecil inefisiensi yaitu pungutan, korupsi, kolusi maupun pajak berganda.

(4) Aspek Pendidikan

Aspek ini tidak kalau pentingnya dengan yang lain. Dus, sangat berhubungan dengan kebijakan pemerintah pusat.

Memajukan pendidikan adalah suatu keharusan yang di amanatkan undang-undang dan menjadi ujung tombak pembangunan bangsa negara di masa depan.

Perkembangan pembangunan nasional di dunia pendidikan sudah ada peningkatan meski berjalan lambat. Program wajib belajar, sekolah gratis dan peningkatan anggaran pendidikan diharapkan mampu memperbaiki kualitas dan kuantitas warga negara.

Di tingkatan daerah, dukungan pemerintah daerah untuk mengembangkan dan meneruskan kebijakan tersebut dengan mempersiapkan pelaksanaan dan teknis program-program yang ada, selain mengontrol hambatan-hambatannya, seperti pungutan diluar pendidikan, bocoran alokasi anggaran pendidikan dan sebagainya.

Diluar itu tidak menutup kemungkinan pemerintah daerah memajukan pendidikan dengan kreativitas sendiri sepanjang tidak keluar kebijakan nasional, misalkan peran aktifnya dalam sekolah-sekolah alternatif, memfasilitasi sekolah dengan dunia usaha, dukungan kepada sekolah selain negeri dan sebagainya.

Masih banyak lagi pembahasan-pembahasan diluar kontek diatas yang seperti saya ulas diatas. Perbedaan sangat mungkin terjadi satu daerah dengan daerah lain tentang prioritas kerja kepala daerah sehingga sinergi dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakatnya.

Cakupan diatas menggambarkan situasi dan solusi singkat atas daerah-daerah secara general yang semoga dapat memaksimalkan pembangunan tentunya. Insya Allah demikian adanya.

Marissa Haque (IPB, UGM) & Ikang Fawzi (UI, UGM) Seiring sejalan Soal Pendidikan-Bisnis-Kesenian

Ikang Fawzi Raih Gelar MBA di UGM

Ikang Fawzi (Foto:Arie Yudhistira/Koran Sindo)


JAKARTA - Ikang Fawzi tengah bergembira. Jerih payahnya kuliah selama 1,5 tahun berbuah manis. Suami Marissa Haque ini meraih gelar MBA dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Saya senang sekali akhirnya bisa dapat gelar. Saya kuliah selama 1,5 tahun. Selesainya bisa cepat karena saya serius sekali," ungkap Ikang yang dihubungi okezone, Selasa (14/12/2010).

Rocker kelahiran 23 Oktober 1959 itu mengambil judul tesis Analisa Strategi Bisnis Properti-tainment di Salah Satu Industri Bisnis Properti (studi pada PT Impian Jaya Ancol). Dia membuat tesis dengan judul demikian dengan alasan tersendiri.

"Saya pikir bisnis ini kan yang penting bisa berkelanjutan. Banyak yang berbisnis, tapi kemudian hilang. Kalau Ancol ini pernah diterpa krisis ekonomi 1998 dan 2008, tapi bisa bertahan karena dia menggunakan properti-tainment. Jadi entertainment itu untuk mempercepat recover industri properti yang sedang lesu," bebernya.

Berkat keseriusan dalam menggarap tesis setebal 300 halaman, ayah dua anak ini mendapat nilai sempurna, "A". "Secara ilmiah itu memang bidang saya. Intinya, di situ saya gunakan ilmu yang saya punya. Jadi saya lama di entertain, kemudian ingin saya ilmiahkan," urainya.

Disinggung tentang kegiatan sang istri yang giat menimba ilmu, Ikang memberikan pujian.

"Wah, kalau dia sih gila sekolah. Kalau saya enggak seperti dia yang sekolah terus kayak sudah jadi makanan sehari-hari. Mungkin kalau dia di UGM mengambil dua gelar sekaligus, MBA dan hukum (MH)," katanya.

Sabtu, 27 November 2010

Sibuk di IPB Tapi Kena Kampanye Hitam dari Tangsel (Diduga Airin Rachmi Diany)

Tangan Allah Melindungi Perjuanganku Mengatakan yang Benar Soal Aurat Vina Panduwinata & Memes Ibu dari Kevin Vierra.

Terimakasih banyak saudaraku Mas AZLIN di alamat:  kencanagroup at ymail.com, 202.70.54.136 Submitted on 2010/11/06 at 3:48pm
Assalamulaikum Wr. Wb,

Saya setuju dengan Mbak Marisa. Berani dan tegas. untuk memberantas hal2 yang menyalahi norma agama (Islam tentunya), tidak mesti melihat siapa Mbak Marisa.

Siapa saja pun harus berbuat demikian kalau dia mengaku islam. Apalagi Mbak Marisa sebagai Publik Figur. Popularitas dalam kancah politik itu tergantung yang menilai. Berbuatlah yang terbaik menurut agamamu.
Mbak Marissa Haque sudah benar adanya! Cegahlah perbuatan yang salah itu  dengan:

1. dengan tindakan

2. dengan perkataan

3. Mencegahnya dari dalam hati (selemah-lemahnya iman)

Setidaknya apa yang telah Mbak marisa tulis dapat menyadarkan mereka untuk tidak bangga berbuat dosa membuka dan memperlihatkan aurat wanita mereka. Setiap Manusia tentunya tidak luput dari dosa, tetapi jangan sampai bangga dengan perbuatan dosa tersebut.
Salam.

Minggu, 21 November 2010

Ingat Tangsel Ingat IPB dalam Sportivitas Calon Ilmuwan: Marissa Haque Fawzi

Untuk Uni Linda Jalil tentang Kenyataan di Tangsel terkait Airin Rachmi Diany Sekeluarganya, semoga silaturahim kita tak terputus karena masalah Airin Rachmi Diany ya Mbak?
Fwd tulisan dari beberapa anak asuhku di Bogor, dengan alamat blog: http://anak-anakbundamarissa.blogspot.com/

Almarhumah Mamanya Bunda Marissa Haque yang bernama R. Ay. Mieke Soehariyah selalu mengingatkan ketiga putrinya bahwa kalau tidak mau dicubit sebaiknya jangan mecubit, dan kalau kita melakukan sebuah kejahatan yakinilah bahwa energi kejahatan tersebut akan kembali kepada sang pembuat kejahatan minimal dua kali lebih perih dan menyakitkan.

Terkait masalah heboh blog Bunda Marissa Haque yang patut diduga sangat kuat dilakukan oleh timses Airin Rachmi Diany yang sangat berambisi menjadi Walikota Tangerang Selatan, energi jahat yang dilemparkannya kepada Ayah Ikang dan Bunda Marissa keliahatannya mulai balik kepada tim/mungkin Airin-nya sendiri dengan perih dan menyakitkan.

Bayangkan saja dengan biaya puluhan milyar rupiah yang dia habiskan ternyata hasil yang diperoleh sangat tidak signifikan dengan harapan LSI maupun dirinya. Masyarakat Tangsel lebih menyukai artis Andre Stinky Taulani yang lugu dan polos ketimbang yang diduga kuat seseorang yang ingin jadi pemimpin di Tangsel dengan motif negatif tertentu.

Kampanye hitam/black campaign diduga dari Airin Rachmi Diany melalui Twitter—Bunda Marissa tidak nge-tweet karena dia seorang esais yang menyukai gaya tulisan bertutur runut bukan kalimat-kalimat pendek tweet—energi negatif kiriman diduga Airin sudah mulai kembali kepada diri Airin sejak pasangan Arsyid-Andre menyatakan resmi menggugat ke MK Senin hari ini dengan kemungkinan terjadi seperti Kab. Pandeglang dimana Pemilukada diulang dan kemungkinan besar Ibu Tiri Airin Rachmi Diany/Ratu Atut Chosiyah kalah telak!

Alhamdulillaaaah, semoga pula hal ini membuka mata Tante Linda Jalil mantan wartawati Tempo yang kami duga selalu merasa tersaingi sama Bunda Marissa selama mereka jadi sesama Kompasianers. Bunda Marissa diberikan ruang khusus sebagai penebus ‘guilty feeling’ Oom Pepih Nugraha pengelola utama kompasiana.com yang memegang kendali berita kegiatan dan kader-kader Golkar di Kompasiana.com. Tawaran Oom Pepih Nugraha disambut positif oleh Bunda Marissa yang memang hobi menulis, dengan menjadi penulis esai disana. Sebagai wartawati senior Tante Linda Jalil memang tidak mendapatkan ‘kemewahan' kolom khusus dari Oom Pepih Nugraha. Entah mengapa hanya Oom Pepih sendiri yang dapat menjawabnya. Diduga, karena kolom khusus tersebut, Tante Linda Jalil lalu merasa ‘ada dua matahari di Kompasiana.com!’ sehingga beberapa komentarnya terasa kuat sangat ajaib. Halus namun mengiris tajam, dan tampak jelas makna yang terkandung didalamnya, yaitu: “Kecemburuan!”

Kami di asrama ini setuju ketika salah seorang penulis di kompasiana.com lainnya yang menyatakan ‘takjub’ akan keajaiban karakter Tante Linda Jalil saat menuliskan kisah ketua DPR RI kita Oom MA. Kalau tidak salah judul tulisannya adalah: “ Masih Waraskah Linda Jalil?” Ya benar, kami disini mengajukan pertanyaan tersebut kepada Tante Linda Jalil kalau kebetulan dia membaca blog kami ini.

Berikut harapan dan doa kami semua di asrama Bogor kepada pasangan Arsyid dan Andre Taulani di MK. Fwd:

Daftarkan Gugatan ke MK terhadap Airin Rachmi Diany, Arsid - Andre Stinky Taulani Menghimbau Masyarakat Tetap Tenang

Minggu, 22 November 2010

Tangsel – Menemukan puluhan bukti dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang sangat dipenuhi aroma kejahatan pemilukada dan puluhan kecurangan, Calon Walikota Arsyid mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang. Hal ini guna menjaga stabilitas yang kondusif, yang sejak dimulainya pesta demokrasi tersebut mulai terusik akibat ancaman kekisruhan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dari pihak timses Airin Rachmi Diany.

Dalam sebuah diskusi santai di kediaman calon Wakil Walikota Andre Taulany Stinky di Bintaro, Ahad (21/11) lalu Arsyid mengatakan, Pemilukada sebagai bentuk demokratisasi di daerah sejatinya menjadi media bagi masyarakat untuk bersama-sama terlibat dan menjadi subjek pembangunan. Misi ini, kata Arsyid, membutuhkan stabilitas dan kondusifitas agar agenda pembangunan berjalan lancar.

“Alhamdulillah Pemilukada berjalan lancar dan aman. Terimakasih pada masyarakat telah mempercayakan kepemimpinan Tangsel kepada saya dan adinda Andre. Kita sudah merancang agenda-agenda pembangunan, baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. Semua agenda berbasis warga. Semoga bisa berjalan lancar dalam suasana kondusif,” tutur Arsyid penuh semangat dan lancar. Karena itu, Arsyid menghimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi oleh berbagai hasutan dan fitnah pihak-pihak tertentu yang sengaja dihembuskan untuk merusak solidaritas sosial masyarakat

“Jangan sampai kompetisi Pemilukada merusak keakraban, kebersamaan, dan solidaritas masyarakat,” kata Arsyid. Sebab bila itu yang terjadi, menurut Arsyid, Pemilukada sudah melenceng dari tujuan awalnya. “Pemilukada sebagai bentuk modernity dari musyawarah seharusnya menjadi media untuk menata bersama dalam suasana keakraban dan kebersamaan”, tandas Arsyid.

Sementara itu, salah satu ketua tim pemenangan Arsyid-Andre, Rully dari PPP mengatakan, imabauan Arsyid itu menanggapi berbagai fitnah, kampanye hitam, dan provokasi pihak-pihak tertentu yang tidak puas dengan hasil Pemilukada Tangsel 2010 yang dikumandangkan oleh Ketua KPUD Banten Iman Perwira Bachsan (dari PDIP).

“Mental tidak siap kalah menurut Arsyid, membuat timses Airin Rachmi Diany patut diduga melakukan serangan membabi buta. Fitnah sana sini, mencari-cari kesalahan, dan memprovokasi masyarakat dengan berbagai kampanye hitam yang disebarkan secara massif. Semoga masyarakat tidak terpengaruh dan tetap tenang,” kata Rully sejuk namun dalam.

“Jelas-jelas pasangan AIB (Airin dan Benyamin) melakukan pelanggaran puluhan. Dari laporan para pengawas independen, temuan bukti di lapangan, mereka yang curang dan banyak melanggar seperti temuan money politics dan selebaran-selebaran fitnah,” tandas Rully.

Senin besok ini sebanyak 10 (sepuluh) orang tim lawyers pasangan Arsyid - Andre akan medapatkan salinan gugatan di MK, namun kami semua mengingatkan bahwa menjaga suasana kondusif juga penting, Karenanya, marilah kita jadikan semua ini sebagai proses pembalajaran bagi semua”, tegas Rully Ketua Pemenangan dari PPP Tangsel yang merupakan koalisi gabungan dari Gerindra dan Hanura dengan slogan: "SAY NO to AIRIN RACHMI DIANY yang penuh manipulasi dan kecurangan dalam Pilkada Tangsel 2010 ini." (Andarini)

Kamis, 18 November 2010

IPB dan FLEGT yang Berjasa untuk Ilmu Kehutananku: Marissa Haque Fawzi (Prog S3 di PSL-IPB)

Massmedia Visit to Bukit Duabelas National Park

o broaden news reporters’ perspective about the issue of illegal logging, EC FLEGT Support Project coordinated a massmedia visit to Bukit Duabelas National Park (TNBK) in Jambi for three days from 3-6 July, 2007. In that visit the group of news reporters succeeded in directly discovering illegal logging within the area of Bukit Duabelas National Park.

In this massmedia visit participated 30 persons, i.e. news reporters from printed and electronic media, officers from related government agencies, Non Governmental Organizations (NGOs), and staff from EC FLEGT Support Project. The following news media was participating: Trans-7, SCTV, Trans TV, TVRI, RCTI, Metro TV, and Jambi Express.

This massmedia visit was coordinated by the Media and Communication Specialist from EC FLEGT Support Project, Purnomo Nurwihadi Wiwoho, assisted by Imam Suyudi and Eddy Harfia Surma from the Jambi office of EC FLEGT Support Project.

Besides the news reporters’, the group from Jakarta also included an artist being also an environmental activist, Marissa Haque Fauzi. Marisa Haque’s participation made a particular appeal of this visit. In this visit she presented various press statements to the news reporters, and engaged in a direct dialog with the community. Marissa Haque at this time is conducting an in-depth study into the issue of illegal logging in Indonesia as material for her thesis to earn a PhD degree.

Besides the news reporters and the artist, some NGOs also took part in the visit including PINSE and Warsi NGOs. Government agencies were also represented including those from the Forestry Service of Jambi Province, the staff of Bukit Duabelas National Park, the Bureau of Natural Resource Conservation and the Local Police of Jambi Province.

In this visit, the group of news reporters succeeded in meeting the illegal loggers and engaged in a dialogue with them in Bukit Duabelas National Park in Batanghari district. Also they have directly witnessed the abandoned logging trucks by the drivers probably in fear of watching the coming of the group.

During the visit they also came across a sawmill within the forest, which probably had just been abandoned by its owner. Some heaps of wood ready for transport were also discovered in the same forest area. The massmedia visit has received a wide coverage by both the electronic and printed media.

Selasa, 12 Oktober 2010

Dikabarkan oleh UNFPA: Kesehatan Reproduksi Daerah Bencana Semakin Membaik

Sumber: Antara
UNFPA: Kesehatan Reproduksi Daerah Bencana Semakin Membaik

Jakarta (ANTARA)- Dana Kependudukan PBB atau United Nations Population Fund (UNFPA) mengakui perhatian pemerintah Indonesia terhadap kesehatan reproduksi di daerah bencana dan situasi darurat semakin meningkat.

"Pemerintah Indonesia telah semakin memperhatikan aspek kesehatan reproduksi dalam situasi darurat. Layanan dan perhatian bagi perempuan hamil, perempuan yang akan melahirkan, ibu menyusui, dan bayi yang baru lahir harus menjadi bagian dari penanganan komprehensif dalam situasi darurat," kata Perwakilan UNFPA di Indonesia Jose Ferraris dalam siaran persnya yang diterima ANTARA, Rabu.

Jose Ferraris menambahkan, selain aspek kesehatan reproduksi, maka aspek kekerasan berbasis gender juga perlu ditanggapi. Menurut dia, banyak alasan untuk memberi perhatian pada kesehatan reproduksi dan kekerasan berbasis gender dalam situasi darurat.

"Ibu hamil tetap membutuhkan layanan dan kelahiran dapat terjadi kapan saja. Dalam kondisi tidak stabil risiko kekerasan seksual cenderung meningkat, karena tinggal dalam kondisi pengungsian dengan keamanan yang tidak terjamin," katanya.

Selain itu, ia mengungkapkan, risiko penularan HIV juga meningkat karena minimnya peralatan medis. Kemudian pelayanan Keluarga Berencana yang terbatas dapat meningkatkan kehamilan tidak dikehendaki.

Beri bantuan
Sementara itu, UNFPA memberi bantuan peralatan kesehatan reproduksi untuk korban banjir di Wasior, Papua Barat.
Bantuan ini diberikan melalui koordinasi dengan Pusat Penanggulangan Krisis dan Direktorat Kesehatan Ibu dari Kementerian Kesehatan, demikian siaran pers UNFPA .
Bantuan untuk korban banjir tersebut berupa 750 kit higenis untuk perempuan, 200 kit individual untuk perempuan hamil, 200 kit individual untuk perempuan pasca melahirkan, 200 kit untuk bayi baru lahir dan 15 kit untuk bidan.
Menurut Jose Ferraris, layanan dan perhatian bagi perempuan hamil, perempuan yang akan melahirkan, ibu menyusui, dan bayi yang baru lahir harus menjadi bagian dari penanganan komprehensif dalam situasi darurat.

Selain itu, ia menambahkan, untuk lebih meningkatkan perhatian pada aspek kesehatan reproduksi UNFPA juga mengadakan pelatihan Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM) kesehatan reproduksi dalam kondisi darurat.
PPAM adalah seperangkat kegiatan yang harus dilaksanakan di awal situasi darurat yang dapat menyelamatkan nyawa dan mencegah timbulnya penyakit, terutama di antara para perempuan.

Kamis, 01 Juli 2010

Saat Semangat Meneliti Naik-turun, Ikang Fawzi Jadi Sumber Kekuatan

Kekuatan Cinta dari Pasangan Hidupku Ikang Fawzi

Saya sedang mulai merasakan bahagia yang amat sangat ketika mengetahui that I am not alone in my sorrow terkait menghadapi oknum pelaku mafia pendidikan ditempatku tercinta PSL-IPB ini.

Berkali-kali secara simultaneusly, Ikang Fawzi mnegingatkanku bahwa kekuatan cinta kami akan mampu menghadapi seluruh kendala harmoni kehidupan.

Bila kami selalu bersama--berempat dengan Bella serta Kiki buah cinta kami--'para oknum firaun dunia pendidikan' yang kini sedang vis-a vis dengan keberadaanku menyelesaikan jenjang Doktor dari PSL-IPB menjadi tidak relevan. Suamikupun mengingatkanku bahwa biarlah 'tangan' Allah saja yang menyelesaikannya. pasrhakna semuanya dan jangan jadi beban hidup dan mengurangi kebahagiaan kami. Ajakah suamiku insya Allah manjur, karena kami sedang memulai untuk merasa bahagia sejak sedari sekarang.

Bahagia bukan berada jauh diluar sana, namun ia ada, bahkan sangat dekat dengan diri kita. Jika kita berfikir bahwa kita bahagia maka kita akan berbahagia, begitu juga bila sebaliknya. Dengan cara itu kita akan mampu menghadapi tantangan hidup, dan rasa optimis menjadi muncul serta rasa percaya diri yang menebal. Sehingga kebahagiaan itu kemudian tidak lagi jadi bergantung pada keadaan, namun bagaimana kita mampu mengubah keadaan itu dari sudut pandang kita.

Bismillaaaah...

Ikang Fawzi My Husband to become Botanical Garden Ambassador: Marissa Haque


28 Jan 2010 NasionalFrom The Jakarta Post


BOGOR


The Indonesian Institute of Sciences (LIPI) appointed rock star Ikang Fawzi, 50, as the ambassador for Indonesias Botanical Gardens (Kebun Raya), following his tenacious efforts to promote the establishment of botanical gardens in Indonesia.Bogor Botanical Garden head Mustaid Siregar said Ikang was chosen because he was actively engaged in conservation activities for various botanical gardens. Ikang has also acted as a strong advocate for the establishment of botanical gardens in other cities across Indonesia."I believe that becoming the ambassador for the Kebun Raya is a [significant] responsibility. As humans, we are supposed to nurture our environment as best we can," he said.


While Ikang said he had not sketched out future plans yet for his ambassadorial post since he has just been appointed, he confirmed he would continue to push for more botanical gardens across Indonesia."Creating botanical gardens is quintessential to the protection of Indonesias endemic flora," he said.


LIPI and the Public Works Ministry will work together to build 16 new botanicalgardens in 14 areas in Indonesia. Ikang said he would release a new album with fellow musicians Gilang Ramadhan and Ekki Soekarno, with songs focusing on the environment and reminding people to look after our planet Earth, he said. - JP/Theresia Sufa


Sumber: http://ipb-marissahaquefawzi.blogspot.com

Procedural Fairness dalam Berlingkunganhidupku di Indonesia: Marissa Haque (1)

Sumber: Canadian Charter of Rights and Freedoms (dalam Gene C. Colman Research Center di Canada, 2009)
Procedural Fairness


Family courts must dispense justice in an even handed manner without discrimination. It is deceptively easy for lawyers and judges to simply rely upon myths and stereotypes when coming to recommendations or decisions.

It is just as offensive to ride roughshod over the procedural rights of litigants in order to reach the result that 'conventional' wisdom (at least in the eyes of the decision maker) might, at first glance, dictate.

Thankfully, there are judges who write decisions that decry the tendency to deny procedural rights to litigants. Part of my role is to bring those decisions to the forefront both in my academic writing and in my legal submissions to courts. Adhering to basic concepts of procedural fairness helps to ensure that those experiencing 'court' come away from the process with at least some degree of respect for our judicial system. But more importantly, preserving procedural rights ensures that each side has the opportunity to fully and fairly place his/her case before the court. The view of the reasearch is an essential element of Canadian democracy and the rights that are enshrined in the Canadian Charter of Rights and Freedoms.

Therefore, conducting legal proceedings such as case conferences, motions and trials in a procedurally fair and open manner should be an essential element of every judge's daily work.An important part of the practice at the Gene C. Colman Family Law Centre is to hold colleagues and judges to procedurally fair practices.


Sumber: http://ipb-marissahaquefawzi.blogspot.com/

Procedural Fairness Pidana Illegal Logging di Indonesia: Marissa Haque (2)

Belum ingin menguji sejauh mana pemerintaha Rezim Presiden SBY terkait dengan seluruh prosedur hukum yang ada di Indonesia.

Namun beberapa kolega hukunku dari UGM yang sekarang menempati posisi strategis dala pemerintahan kakak kelas/seniorku di IPB Bogor, saya yang juga adalah mahasiswa pasca sarjana di FEB-UGM merasa tergelitik juga untuk mengukurnya sebagai... to what extent/sejauh mana Presiden SBY melakukan kejujuran tak berpihak pada prosedur hukum dan penegakan hukum di Indonesia terkait dengan pembangunan berkelanjutan/sustainable development dibawah jargon Trilogi Pembangunan beliau yang berisi tiga elemen: (1) PRO POOR; (2) PRO JOB; (3) PRO GROWTH.


Sumber: http://ipb-marissahaquefawzi.blogspot.com/

IPB dalam Hidup Istriku Marissa Haque: Ikang Fawzi


IPB dan Lingkungan Hidup Marissa Haque

Hari hari belakangan ini saya merasakan sebuah ‘kemewahan’ luar biasa dan agak ge-er bahwa saya being chosen untuk dapat turut menikmati pendidikan disalah satu kampus terbaik dinegeri ini IPB (Institut Pertanian Bogor). Walaupun disaat SMAN 8 (sekolah unggulan di Jakarta saat itu) saya lulus dari jurusan IPA, namun dengan seribu persen kesadaran penuh saya memilih sebuah fakultas dimana sayapun selalu punya waktu luang untuk shooting film yang menjadi instrumen aktualisasi diri saat itu. Akhirnya pilihan jatuh kepada Fakultas Hukum. Dan sebagai lulusan Fakultas Hukum saya tidak berani bermimpi untuk berdekat-dekatan dengan sebuah universitas yang sangat eksakta semacam IPB ini. Namun, sejarah hidup menetukan lain disaat saya masih duduk sebagai anggota DPR RI melalui suami Ce’ Hetty Koes Endang yang bernama Yusuf Emir Faisal, PhD (DPR RI/Fraksi PKB) dan Prof. Dr. Rokhmin Dahuri (Menteri Kelalutan/PDIP) ditambah dorongan teman sesama kader PDIP asal Jambi Elviana dan Prof. Dr. Asep Saefudin, MSc sebagai Purek 4 IPB bidang Pengembangan Usaha saya mencoba ikutan tes masuk program Doktor dan surprisingly lolos pada sekitar tahun 2005.

Ketertarikan saya pada program PSL (Pusat Studi Lingkungan) ini karena memang menyaksikan dengan mata kepala sendiri kehancuran bumi didepan mata namun pemerintah Indonesia sangat naif didalam mengahadapi semua gejala kehancuran alam oleh keserakahan manusia penguasanya. PSL sebagai satu-satunya jurusan yang “multidisiplin” di IPB, juga menyediakan kelas eksekutif bagi orang-orang sibuk yang ingin tetap mengisi kognisinya dengan bidang keilmuan akademik (resmi) namun terhadang kesibukan waktu kerja dan tanggung jawab sosial lainnya. Saya masuk dikelas eksekutif Jumat dan Sabtu di Kampus Baranangsiang, Bogor ini selain karena memang dihari kerja sibuk sebagai anggota DPR RI, juga karena keuangan saya masih sangat lapang disaat itu. Dikelas tempat saya belajar dengan interior manis ber-air condition seperti sekolahku saat di Ohio, Amerika Serikat dulu adalah juga ruang kelas dimana Presiden SBY bersekolah. Sembari bercanda saya dan teman-teman sekelas sering ikutan gantian duduk ditempat Pak SBY dulu duduk dan mengatakan: “ … aaaah… siapa tahu jadi Presiden juga, atau minimal Menteri deeeeh!” tawa kami sekelas berderai bersahut-sahutan. Namun apakah sedemikian mudah lulus dari PSL-IPB? Hmmm… saya belum ingin menjawabnya pada tulisan pertama terkait IPB ini. Karena saya ingin memulainya dengan yang ringan-manis-lucu, sehingga enak untuk disimpan mengkristal didalam memoriku.

Sumber: http://ikangfawzi.blogdetik.com/2009/04/23/ipb-dan-lingkungan-hidup-marissa-haque-fawzi/

Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan, dan Kebijakan HTR Berbasis Syariah di Kaltim

Saya Marissa Haque Fawzi mengenal sosok Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan sejak bersama di DPR RI saat lalu. Namun dikarenakan berbeda Komisi dan Fraksi maka memang tidak terlalu kerap diskusi yang kami lakukan. Namun, semenjak Ikang Fawzi suamiku belakangan ini berjuang bareng dengan adik beliau Zainuddin Hasan dalam Pilkada di Lampung Selatan 30 Juni 2010 ini, maka tali silaturahim kembali lagi terjalin. Ada kebijakan two-thumbs-up dari Menhut 2010 ini terkait HTR (Hutan Tanaman Rakyat) yang akan/sudah digulirkan berbasis sistem ekonomi Islam syariah. Bahagia rasa hati ini dikarenakan prinsip ekonomi berkeadilan mulai akan diimplementasikan melalui wilayah mother of land bernama hutan tropis Indonesia.

Terkait masalah illegal logging yang masih marak, itu cerita berbeda yang akan saya tuliskan dalam beberapa tulisan lain di-blog yang berbeda pula. Hanya saja semenjak tawaran mengikuti Pilwalkot Balikpapan menjadi santapan berita dimedia internet dan lokal di Kaltim terkait PPP akan mengusung diriku sebagai salah satu kader yang dianggap terbaik PPP, ada rasa concern yang dimasa Menhut yang lalu tak sempat saya utarakan. Yaitu betapa Kota Balikpapan yang memiliki logo seekor Beruang Madu, saya duga beruangnya dihutan sekitar kota Balikpapan sudah tidak ada lagi. Sangat ironi memang. Sehingga bukan sekedar si Orang Utan dan keluarga besar familiae-nya yang musnah namun juga beruang madu yang merupakan 'penduduk' asli wilayah hutan disekitar kota kelahiranku bernama Balikpapan.


"Marissa Haque Mungkin Ramaikan Pilwali Balikpapan"

Jumat, 5 Maret 2010 12:38 WITA
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Rafan Arif Dwinanto
Sumber: http://www.tribunkaltim.co.id/read/artikel/51220
BALIKPAPAN, TRIBUN KALTIM – Artis yang telah beberapa kali memasuki dunia politik, Marissa Haque tampaknya akan mencoba peruntungannya di Pemilihan Walikota Balikpapan yang digelar tahun 2011.
Demikian disampaikan dua kader PPP Balikpapan, Muhammad SH dan Jumiati, Jumat (5/3/2010). Muhammad maupun Jumiati tidak menampik kemungkinan tersebut. Keduanya mengatakan Marissa merupakan artis yang memiliki intelektualitas tinggi, selain itu Marissa adalah kader PPP pusat kelahiran Balikpapan.
Mengenai pengalaman politik, artis yang satu ini tidak perlu diragukan lagi. "Saya sudah pernah kontek beliau mengenai pilwali Balikpapan dan beliau merespon positif. Namun lebih jelasnya tunggu tanggal mainnya nanti ya," tutur Jumiati. (*)

To the Respectful Dekan Pasca Sarjana IPB Prof. Dr. Khairil Notodiputro

Dekan Pasca Sarjana IPB yang baik hati...
Since I understood that some of my blogs were read by a respectable people like you, hence I would like to express my sinciere gratitute upon every single support you have given to me to meet the IPB's requirement level as well as to encrich my intelectual behavior.

May God bless you always.
A warm regard,
Marissa Haque in Kalianda, Lampung Selatan.

Insya Allah Bersegera di Wisuda September 2010 Ini: Marissa Haque

Bila kekusutan dugaan pidana pendidikan oleh oknum PSL-IPB dapat segera diselesaikan oleh Rektor IPB Prof Dr Herry Suhardiyanto dan Dekan Pasca Sarjana IPB Prof Dr Khairil Notodiputro rasanya insya Allah September nanti saya dapat mempersembahkan Doktorku pada Ikang Fawzi dan kedua putri kami tercinta Bella dan Kiki.

Buah pikir, buah kegelisahaan, buah kontemplasi dengan keringat, airmata, dan darah ibunya didalam proses penelitian dan penulisan disertasi terkait pemberantasan illegal logging Indonesia dengan wilayah penelitian di Provinsi Riau.

Uduuni astajub lakuuum.... Allahu Akbar!

Berbesar Hati Menerima Fitnah dan Kekalahan Melawan Kejahatan Pidana Pendidikan Indonesia: Marissa Haque untuk Oknum PSL-IPB

Marissa Haque untuk Oknum PSL-IPB

Berbesar Hati Menerima Fitnah dan Kekalahan Melawan Kejahatan Pidana Pendidikan Indonesia.

Bila dugaan Indonesia 'bergetah' sebuah negara kartel seperti yang pernah diungkapkan oleh Dr. Denny Indrayana dari FH UGM menimpa saya, bahkan diduga terkait dengan espirit d'corps civitas academica ditempatku menuntut ilmu, maka jangan berharap NKRI menjadi lebih baik dari apa yang kita semua saksikan terjadi didepan mata kita.

Kalau kita harus dianggap kalah didalam bersikap jujur apa adanya, dan ternyata terjadi the silence of facism terkait dengan espirit d'corps civitas academica ditempat ini. Maka kalaupun saya mengalah--insya Allah untuk menang--maka saya yakini di akhirat kelak saya akan bersaksi terhadap kejahatan yang saya duga dilakukan secara berjamaah ini.

Allahu Akbar! Kita belum merdeka!

Leadership dalam Pemberantasan Illegal Logging: Marissa Haque

Rabu, 30 September 2009


Abstract

By and large, attempts to combat the illegal logging have been made by both government and civil society organization; nonetheless, the practices of illegal logging in the Indonesian province of Riau, up to present, remain increasingly occurred. This study particularly aims at designing a policy model. An effective and efficient way to combat illegal logging is conducted with participative method. Using numerous analyses, the system of policy formulation was conducted to find out the determinant factors on how to effectively and efficiently combat the illegal logging. The analyses used encompasses: the analysis of illegal logging towards ecological, economical, social, institutional aspect as well as the analysis of law system and policy in combating the illegal logging carried out recently, and the analysis of stakeholder assessment. The priority given for the policies set to combat the illegal logging, respectively, are: the consistency in natural resources and ecology law system starting from the central government to the regional government level, institutional establishment and empowerment for one stop management of natural resources and ecology ranging from the central government to the regional government level, law enforcement which is transparent, equitable and capable of ridding the illegal loggers of a cumbersome burden, and the implementation of information and communication technology in forest resources management and the increase of society participation in managing forest conservation through the skills and knowledge enhancement on environmental issues.

 
Key words: policy, illegal logging, stakeholder, policy priority

Kebagiaan Sejati Dariku untuk Ikang Fawzi Suamiku: Pengangkatan Menjadi Duta LIPI untuk Kebun Raya Indonesia

Duta LIPI untuk Kebun Raya Indonesia: Ikang Fawzi Suamiku

Ikang Fawzi suamiku sejak tahun 2009 tercatat sebagai salah satu konsultan di Departemen PU (Pekerjaan Umum)

Kebahagiaan seorang istri adalah ketika kita menyaksikan suami tercinta kita dihargai segala langkah upaya serta terkabulnya seluruh cita harap dirinya. My pray dan my deepest love to Ikang Fawzi my husband upon his excellent thought and brave steps so far.

Sumber: http://lipi-ikangfawzi-kebunraya.blogspot.com/

Senin, 25 Januari 2010, 18:15 WIB, VivaNews/ A. Rizaluddin

• VIVAnews

Tugas Baru Ikang Fawzi di Tahun Macan: sebagai Duta Kebun Raya Bogor 2010.

VIVAnews – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menobatkan rocker Indonesia era 90-an Ikang Fawzi sebagai duta Kebun Raya Bogor, Jawa Barat.

Ikang dianggap sebagai orang yang mencintai lingkungan. Hal itulah yang membuat suami Marissa Haque itu terpilih untuk menjadi duta kebun raya tersebut. Tak hanya itu, peran Ikang dalam menjaga kelestarian alam, terlihat dari pola hidupnya. Di mana rumahnya memiliki banyak pohon dan sudah menerapkan pola keseimbangan alam kepada keduanya anaknya.

"Saya orang yang sangat mencintai keluarga. Saya ingin masa depan anak dan cucu saya kelak dapat hidup sehat dengan lingkungan yang sehat pula. Sejak dini saya mengajarkan kepada anak-anak saya untuk menjaga keseimbangan alam dengan mencintai tumbuh-tumbuhan dan kelestarian lingkungan," kata Ikang saat ditemui di Bogor, Jawa Barat, Senin 25 Januari 2010.

Kepala LIPI, Umar Anggara memberikan dukungan atas tugas baru yang kini dijabat oleh Ikang Fawzi tersebut. "Kita berharap dengan dijadikannya mas Ikang Fawzi sebagai duta kebun raya, dapat mensosialisasikan dan mengembangkan kebun raya ke tengah masyarakat. Peran beliau sangat penting untuk keberadaan kebun raya agar tetap dikenal masyarakat luas," tandasnya.

Laporan: Ayatullah Humaeni/Bogor
Sumber: http://showbiz.vivanews.com/news/read/124181-ikang_fawzi_jadi_duta_kebun_raya_bogor

Marissa Haque: Sang Duta yang Gigih memperjuangkan Pelestarian Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)

Apa hubungan antara Marisa Haque dengan Badak Jawa yang kian terancam punah? Pertanyaan ini terlintas dibenak para pengunjung Mall Karawaci, Tangerang, Banten. Keingin tahuan ini akhirnya terjawab saat acara diskusi interaktif "Ngobrol Santai dengan WWF dan Marissa Haque mengenai Pelestarian Badak Jawa” yang diikuti oleh sekitar 200 peserta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh WWF-Indonesia bekerja sama dengan SuperMal Karawaci pada 16 April 2006 lalu.

Selain menjadi anggota DPR komisi IV yang membawahi bidang lingkungan, Marissa Haque juga merupakan selebritis dan produser film yang sangat peduli pada kelestarian Badak Jawa. Kepeduliannya diwujudkan dengan kesediaannya menjadi Duta bagi Badak Jawa, yang jumlahnya tinggal kira-kira 50-60 ekor.

Sebagai duta, Marissa juga ikut menyebarluaskan informasi tentang pentingnya pelestarian Badak, bahkan ia terlibat langsung dalam pembuatan film dokumenter tentang badak jawa yang saat ini masih dikerjakannya. Marissa selalu mengaitkan berbagai isu sosial ekonomi dengan pelestarian badak, karena kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan. “Saya akan bantu untuk mencari pasar ekspor bagi patung-patung badak yang dibuat oleh masyarakat sekitar,” tegasnya.

Diskusi santai di areal food court ini tidak hanya membicarakan Badak Jawa saja, tetapi juga berbagai aspek pelestarian terkait lainnya yang tidak boleh diabaikan untuk menjamin kelestariannya, mulai dari isu Usaha Kecil Menengah (UKM) hingga isu pemberdayaan perempuan. Tim WWF-Ujungkulon dengan kompaknya berbagi cerita tentang berbagai upaya yang dilakukan untuk melestarikan Badak Jawa ditengah situasi pelanggaran batas hutan dan penebangan liar yang marak terjadi di sekitar TN Ujung Kulon.

Iwan 'Podol', peneliti WWF-Indonesia di Ujungkulon membahas keadaan hewan yang perburuannya sudah dihentikan sejak tahun 1990-an ini. Pengalaman sehari-hari dilapangan saat melaksanakan uapay pelestarian dan perlindungan badak jawa, mengalir lancar dari Pak Uus, anggota Rhino Patrol Unit dari Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Sementara Bapak Warca, ketua Koperasi Kagum dan Pak Komar dari Wakil Masyarakat Ujung Kulon bercerita bagaimana kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pembuatan

kerajinan, khusunya patung badak, wisata lingkungan, dan penyaluran credit union di sekitar Taman Nasional berdampak positif bagi upaya perlindungan lingkungan secara keseluruhan.

Kegiatan lain yang dilakukan adalah demonstrasi pembuatan patung badak, demo pembuata T'shirt badak, pameran foto hasil tangkapan camera traps, dan tentunya acara door prize. Sesi tanya jawab antara para nara sumber dengan peserta sangat dinamis, tampaknya selain pemandu acaranya memang piawai memancing minat peserta, tampaknya masyarakat mulai menyadari arti penting ikut berperan serta dalam upaya pelestarian lingkungan. Mudah-mudahan dimasa mendatang, bukan hanya Marisa Haque yang bersedia menjadi duta, tetapi muncul duta-duta lainnya dengan kegigihan dan keseriusan untuk melestarikan lingkungan.

Sumber: http://www.wwf.or.id/berita_fakta/highlights/?4000/Marissa-Haque-Sang-Duta-yang-Gigih-memperjuangkan-Pelestarian-Badak-Jawa-Rhinoceros-sondaicus

Marissa Haque: Sang Duta yang Gigih memperjuangkan Pelestarian Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)

Bidang yang Ingin Kukenal Lebih Jauh di IPB: Faperta Departemen Agronomi & Hortikultura

Subhanallah ... kalau saja usia dapat diputar kembali dan S1 saya mungkin di IPB Bogor, maka bidang dengan informasi dibawah ini yang kemungkinan besar saya pilih.


Allahu Akbar!


FAKULTAS: Pertanian


DEPARTEMEN: Agronomi dan Hortikultura

KETUA/SEKRETARIS DEPARTEMEN: Dr. Ir. Agus Purwito, MSc.Agr. / Dr. Ir. Slamet Susanto, M.Agr

ALAMAT: Gd. Faperta Jl. Meranti Kampus IPB Darmaga

Telp: 629353

MAYOR SARJANA: Sarjana Pertanian (SP) (Mayor Agronomi dan Hortikultura)

PROGRAM PASCA SARJANA: Agronomi

Magister Profesional Perkebunan

Magister Profesional Hortikultura

Magister Profesional Perbenihan.


MANDAT DEPARTEMEN: Pengembangan ilmu dan teknologi produksi sumberdaya nabati dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan

JUMLAH DOSEN: Profesor Doktor (11), Doktor (44), Magister (27), Sarjana (5)

KEUNGGULAN: Memiliki Unit Pengembangan Industri Perbenihan, Agro Promo, RGCI (Research Group for Crop Improvement). Memenangkan berbagai hibah penelitian dan pengajaran secara kompetitif. Mampu mengembangkan dan telah menghasilkan berbagai benih unggul tanaman pangan dan hortikultura (padi, jagung, cabe, kentang, pepaya, kedelai, kacang tanah)/

FASILITAS: Ruang kuliah nyaman dilengkapi audio visual dan jaringan internet, perpustakaan dan berbagai laboratorium yang dilengkapi dengan fasilitas yang baik.
KERJASAMA

Lembaga/instansi pemerintah dan swasta terkait dalam pengembangan tanaman pangan dan hortikultura di tingkat daerah dan pusat. Pada tingkat internasional (Tokyo Agricultural University, Goettingen University, Florida University, Universitas Paris 11, Wageningen University) dalam penelitian dan pengembangan SDM.

Program Departeman Kehutanan “ Masyarakat Silakan Mengelola Hutan, Asal Lestari”

Forum Wacana IPB

Written by Redaksi on 11 March 2010

Pemerintah memiliki komitmen besar dalam memelihara dan menjaga kelestarian lingkungan. Komitmen ini merupakan tekad pemerintah dalam rangka mencegah terjadinya pemanasan global sehingga hidup sehat dan bersih betul-betul dirasakan oleh rakyat.

Komitmen ini bukan retorika belaka tetapi jauh dari itu sudah diwujudkan dalam beberapa program nyata. Hal ini dapat dilihat program-program berikut ini. Masih segar dalam ingatan kita tentang gerakan 1 miliar pohon yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru-baru ini. Sebelumnya, SBY juga mencanangkan gerakan Penanaman Pohon Satu Orang Satu Pohon (One Man One Tree).

Gerakan One Man One Tree ini dicanangkan mulai tanggal 1 Februari 2009 sampai akhir tahun 2009. Gerakan-gerakan secara serentak diikuti oleh masing-masing pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Selain gerakan-gerakan penanaman –ini yang lebih penting—pemerintah juga mencanangkan kegiatan sadar memelihara tanaman. Dengan ditetapkannya kegiatan pemeliharaan tanaman semakin mempertegas bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial belaka, melainkan semestinya menjadi bagian dari sikap hidup dan budaya bangsa.

Memelihara dan menjaga kelestarian hutan sebetulnya merupakan bagian dari bela negara. Kenapa? UU mengamanahkan bahwa memelihara dan menjaga agar hutan tetap lestari dan selamat dari penebangan merupakan tanggung jawab setiap warga negara termasuk Dephut. Departemen Kehutanan (Dephut) diberi amanah mengelola sumber daya hutan, berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjaga kelestarian hutan untuk dikelola seadil-adilnya demi kesejahteraan rakyat.

Prof Yayah Koswara dalam Kenangan IPB-ku: Marissa Haque Fawzi

Mulailah untuk merasa bahagia sejak sedari sekarang. Bahagia bukan berada jauh diluar sana, namun ia ada, bahkan sangat dekat dengan diri kita. Jika kita berfikir bahwa kita bahagia maka kita akan berbahagia, begitu juga bila sebaliknya. Dengan cara itu kita akan mampu menghadapi tantangan hidup, dan rasa optimis menjadi muncul serta rasa oercaya diri yang menebal. Sehingga kebahagiaan itu kemudian tidak lagi jadi bergantung pada keadaan, namun bagaimana kita mampu mengubah keadaan itu dari sudut pandang kita.

Tiba -tiba saya jadi teringat dengan Prof Yayah Koswara seorang dosen senior yang pernah mengajarku dikelas PSL-IPB dengan membawa sebuah bejana, beberapa batu, dan pasir. Beliau mengajarkan skala prioritas didalam penelitian. Ambil yang besarnya dulu, baru isi dengan pernak dan pernik kembang-kembang isu yang melekat dengannya.

Saya setuju dengan ajaran beliau, terkait dengan hari ini. Yaitu, apapun yang dilakukan oleh oknum pengajar PSL-IPB yang saya duga terkait dengan pidana pemerasan pendidikan, tidak boleh membuat hati saya tidak bahagia dan kontra produktif. Apalagi bila sampai mempengaruhi kebahagiaan keluarga serta orang-orang tercinta yang dekat dihatiku hari ini, semisal suami dan anak-anakku

Ada hal yang sangat saya yakini, terkait dengan tidak ingin mengikuti dugaan kejahatan yang disarankan. Yaitu.... kelak di akhirat nanti saya akan bersaksi terhadap kejahatan serius yang telah dilakukan oknum pengajar ini yang sangat tidak sesuai dengan apa yang diajarkannya dikelas terkait dengan etika moral civitas academica.

Bismillaaaah... Allahu  Akbar!

Industri Hutan Rakyat dalam Investasi dan TPTI (Tebang Pilih Tanam Indonesia): Bisnis Indonesia dalam Marissa Haque


Sumber: Bisnis Indonesia, Selasa, 1 Juni 2010


INVESTASI Industri Hutan Rakyat Rp 230 Milyar,-

Agribisnis: Moratorium di 104,8 Juta Ha

Kementrian Kehutanan mengidentifikasi seluas 104,8 juta hektar area hutan dan lahan gambut akan terkena imbas kebijakan baru terkait dengan moratorium alih fungsi.

Kementrian teknis kini tengah mengidentifikasi kembali jutaan hektar lahan tersebut untuk dimasukkan kedalam Keppres (Keputusan Presiden) sehingga diwilayah tersebut tidak dapat lagi diterbitkan izinnya bagi kegiatan pegelolaan usaha sektor kehutanan, perkebunan, serta pertambangan!

Sehingga menjadi jelas estimasi area hutan ayng tidka diperbolehkan untuk kegiatan usaha, baik untuk HTI (hutan tanaman industi) maupun untuk kegiatan perkebunan dan pertambangan hingga tahun 2013 kelak, dimana akan dituangkan kedalam Keppres menurut Dirjen Bina Produksi Kehutanan Kemenhut Hadi Daryanto kemarin.

Luas area hutan yang akan dipertahankandari kegiatan usaha tersebut dianataranya adalah hutan kawasan gambut seluas 21,07 juta Ha, serta hutan alam yang terdiri dari hutan primer seluas 43 juta hektar dan hutan sekunder 48,5 juta hektar. Sementara kawasan hutan yang memang sudah dinilai kritis yang boleh diizinkan untuk dikembangkan menjadi area usaha kehutanan, perkebunan, dan usaha lainnya. Hal ini merupakan langkah lanjut dari event minggu lalu di Oslo, Norwegia pasca ditandatanganinya LOI (leter of intent) antara Presiden RI SBY dengan PM Norwegia Jena Stoltenberg. Berupa keinginan penurunan emisi gas rumah kaca akibat dari deforetasi serta degradasi lahan dan hutan. Didalam kesepakatan tersebut pemerintah RI mendapatkan kompensasi berupa pembayaran sebesar US $ 1 miliar atas carbon stock setelah dinilai berhasil melakukan beberapa hal yang disyaratkan.

Memang sejak tahun 2007 lalu Kemenhut RI diketahui telah menolak sebanyak 149 unit usaha dari sebanyak total 260 unit perusahaan yang mengajukan izin permohonan HTI (hutan tanaman industri) dalam areal seluas 10, 4 juta Ha. Sehingga pemerintah juga akan mengeluarkan Peraturan Kemenhut RI terhadap 30 unit perusahaan yang telah memperoleh izin definitif untuk mengelola areal seluas 1, 34 juta Ha. Dan setiap perusahaan yang telah mendapatkan izin definitif dari Kemenhut RI wajib mematuhi seluruh aturan yang akan dikeluarkan dimana diwajibkan melakukan TPTI (tebang pilih tanam Indonesia).

Menhut Zulkifli Hasan Berutang pada Tuhan (Respon atas Kompas Selasa, 15 juni 2010)


Karena hampir setiap hari saya--wa bil khusus Ikang Fawzi suamiku--berada bersama keluarga besar Hasan di Lampung Selatan. Maka ketika ada pemberitaan menyangkut hutan dan kebijakan kehutanan di Indonesia melalui Dephut-nya, maka berita tersebut tak akan luput dari pengamatan kami semua di Kalianda, Natar, serta seluruh wilayah sosialisasi kami selama hampir enam bulan terakhir ini. Juga tanpa merasa bosan, kami akan mencoba 'nguping' sambil paling sedikit 'ngedumel' karena hanya 'samar-samar' info yang diperoleh sampai-sampai kami kelelahan dan sakit flu ringan. Hehehe... kalau masalah flu mah rasanya manusiawi-lah!
Rasa kangenku pada malasah pencurian kayu hutan/illegal logging termasuk juga kangen ketemu 'omelan mendidik' Pak Dekan Pasca Sarjana Prof.Dr. Khairil Notodiputro dan Bu Dr. Hartisari membuatku ingin cepat-cepat menuntaskan kerja sosial untuk partai suamiku PAN dan PPP-ku pada Pilkada Lampung Selatan ini.

Namun kalau bisa penyelesaian Lampung Selatan ber'kado' keberkahan dalam bentuk kemenangan mutlak bagi pasangan adik Menhut RI Zulkifli Hasan yang bernama Dr. Zainudin Hasan dan Ikang Fawzi suamiku. Insya Allah... Allahuma amin!

Menhut RI Zulkifli Hasan
Walau tak mungkin jadi menjadi penguji luarku kelak, namun saya ingin kedepannya Bang Zai--panggilan akrabku pada beliau Dr. Zainudin Hasan adik PAk Menhut RI--agar mengajak abangnya yang Menhut tersebut hadir pada sidang ujian terbukaku.

Yah...insya Allah, IPB akan menjadi almamaterku. Akan banyak sekali kenangan manis, walau kenangan getirnyapun tak tertinggal. Namun, saya hanya ingin mengenang yang manis-manis sajaaaa... yang tak manis buang ke tong sampah, agar usiaku yang keturunannya bukan panjang umur masih dapat/bisa mem-prolonged biar agak panjang sedikit!

Berita di Kompas menggelitik hatiku ketika Pak Menhut membahas Tuhan dalam kaitan hutang lingkungan.
Benar dan betul, karena prinsip pendidikan sekular negeri ini menyimpan unsur Tuhan dalam laci dan menguncinya rapat-rapat! Dan banyak pengajar munafik yang menyatakan dirinya Profesor Doktor (oknum) namun mengenyampingkan elemen etika moral civitas academica dan tak pernah mendapatkan sanksi akademik! Sebagian oknum menjadi pelaku aktif illegal logging yang secara formil-normatif katanya sedang diperangi.

Namun secercah harapan rasanya dapat saya berikan kepada bapak Menhut RI kali ini, mengingat keluarga besar yang saya kenal sangat dekat dengan Islam dan banyak yang menjadi aktivis tabligh. Insya Allah belaiu hanif dan istiqomah adanya...

Allahu Akbar! Kita belum merdeka!

Hutan Kota Perlu Dikembangkan Tiap Daerah: dalam PIJAR

Written by Redaksi on 25 January 2010

Pakar lingkungan hidup dari Institut Pertanian Bogor Prof Dr Surjono Hadi Sutjahjo, MS mengatakan, konsep hutan di tengah kota perlu diadopsi dan dikembangkan oleh setiap daerah sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem.

Surjono yang menjabat sebagai Ketua Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) Sekolah Pascasarjana Instut Pertanian Bogor (IPB) mengemukakan, keseimbangan ekosistem harus dibangun agar tidak terjadi kerusakan yang membawa malapetaka.
“Konsep hutan kota sangat baik kalau dikembangkan setiap daerah, karena akan menjaga keseimbangan ekosistem sehingga terwujud harmoni dan stabilitas lingkungan,” katanya.

Ia mengatakan, ekosistem pada suatu daerah akan baik dan seimbang bila memperhatikan empat hal yaitu adanya keanekaragaman hayati, adanya saling keterikatan dan saling ketergantungan, adanya keteraturan dan keseimbangan yang dinamis serta adanya harmonisasi dan stabilitas antarunsur terkait.

Menurut dia, prinsip pengelolaan lingkungan yang baik harus mengacu kepada pencegahan dan penanggulangan terhadap penurunan serta kerusakan kualitas lingkungan akibat terganggunya maupun rusaknya ekosistem.

“Hutan kota dapat menjadi salah satu wahana yang efektif dalam mencegah dan menangg
ulangi penurunan kualitas lingkungan,” katanya.

Selain perlunya pembangunan hutan kota oleh masing-masing daerah, Surjono juga menyarankan agar setiap Pemda menjadikan dinas lingkungan di daerah masing-masing sebagai salah satu unit kerja strategis, bukan sebatas menjadi alat pelengkap unit kerja.

“Persoalan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, namun tanggung jawab bersama. Terutama pemerintah daerah berada pada garda terdepan dalam misi penyelamatan lingkungan. Karena itu, lingkungan harus dijadikan isu strategis masing-masing daerah,” katanya.

Pengelolaan lingkungan dan perlindungan ekosistem, kata dia, sangat bergantung kepada kebijakan penataan, pemanfaatan dan pengembangan serta pemeliharaan dan pemulihan.

Selain itu, terkait juga dengan pengawasan dan pengendalian, keamanan dan ketertiban masyarakat serta pertahanan dan kemanan nasional, demikian Surjono Hadi Sutjahjo.
Tags: Hutan, Pakar, Tumbuhan

Posted in Pijar Jabar

Sikap 2 Jempol Menhut Zulkifli Hasan: Marissa Haque Fawzi


Menhut kaget begitu tahu heli yang akan mengangkutnya berasal dari RAPP dan IKPP.

Menhut Ngamuk, Tolak Naik Heli RAPP & IKPP

Oleh: Umi Kalsum (vivanews.com)

Jum'at, 12 Februari 2010, 14:16 WIB

VIVAnews - Kunjungan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan kakak dari Calon Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan ke Pekanbaru, Riau, tidak berjalan mulus. Menhut sempat mengamuk saat baru menginjakkan kaki di Bandara International Sultan Syarif Kasim II. Pangkal persoalannya adalah, ketika fasilitas yang disediakan dua perusahaan raksasa Hutan Tanaman Industri di Riau, PT RAPP dan PT IKPP.

Fasilitas yang ditolak berupa penyediaan tiga unit helikopter untuk mengangkut Menhut dan rombongan yang hendak meninjau kawasan hutan Meranti di Semenanjung Kampar. Begitu tahu tiga heli itu disediakan dua perusahaan HTI, Menhut yang sedang beristirahat di ruang VIP Lancang Kuning langsung naik darah dan memarahi bawahannya, Dirjen Bina Produksi Kehutanan Dephut, Hadi Daryanto.

Menhut kaget begitu tahu heli yang akan mengangkutnya ke Meranti berasal dari dua perusahaan kayu yang pimpinannya juga ikut menyambut kehadiran dia di bandara. Akibatnya keberangkatan Menhut dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menuju Meranti sempat tertunda.

"Menhut menolak fasilitas yang disediakan perusahaan," ujar salah seorang sumber VIVAnews yang minta namanya tak disebutkan, Jumat 12 Februari 2010. Akhirnya, Menhut berangkat menggunakan helikopter yang disewa dari Polri dan Dinas Perkebunan Provinsi Riau. Saking mangkel-nya, keberangkatan Menhut ke Meranti yang direncanakan terbang bersama-sama dengan jajaran direksi kedua perusahaan itu juga dibatalkan. Menhut meminta rombongan kedua perusahaan berangkat duluan. Baru setelah itu dia terbang menggunakan heli sewaan bersama rombongannya. Ketika dikonfirmasi, Zulkifli Hasan enggan mengomentari peristiwa tersebut. "Saya ke sini untuk melakukan peninjauan," kata menteri dari Partai Amanat Nasional ini. Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Zulkifli Yusuf, membenarkan adanya peristiwa itu.

Ia mengatakan, penolakan dilakukan Menhut tersebut sangat tepat. "Saya kira sikap Menhut sudah tepat untuk menjaga independensi," ujar Zulkifli Yusuf.
Laporan: Ali Azumar, Pekanbaru

Sumber: VIVAnews

Forum Previlegiatum bagi Penegakan Hukum Illegal Logging di Hutan Riau: Marissa Haque (IPB)

Dalam mengantisipasi kondisi global warming dan global climate change yang telah hadir didepan mata dalam kehidupan kita, tentu selain mengajar PAD (Pendapatan Asli Daerah) pertimbangan pembangunan berkelanjutan/sustainable development menjadi hal yang tak dapat dihindari/in-evitable.

Sayangnya tetap saja terdapat beberapa oknum penyelenggara negara/pemerintah daerah yang tidak merasa bersalah ketika 'mencuri' masa depan anak-cucu mereka atas keberkeanjutan hidup dan kehidupan dimana seharusnya dimuliakan serta dikembalikan lagi kepada mereka.

Ketika pakta integritas dalam koridor moral obligation dan renumerasi sudah tidak mempan lagi bagi para oknum tersebut, maka dengan mengadopsi pemikiran serta model ekonomi-berkeadilan dari seorang scholar Amitai Etzioni, implementasi dari coersion/law enformcement menjadi sebuah keharusan yang tidak boleh ditunda lagi.

Bahkan keputusan tembak mati wajib dikeluarkan oleh Pemimpin Puncak Indonesia--Kepala Negara yang sekaligus Kepala Pemerintahan cq Presiden Republik Indonesia--bagi pelaku intelektual kejahatan lingkungan hidup Indonesia untuk menjadi sebuah keniscayaan demi tegaknya complience/kepatuhan atas disiplin hidup berkelanjutan di Indonesia.

Hal tersebut hanya mungkin dapat dilakukan oleh seorang pemimpin/leader dengan a strong vision as well as a strong leadership!

Suara Rakyat di Infokorupsi.com

Harapan publik agar Istana ikut campur menyelidiki rekening mencurigakan sejumlah perwira pupus sudah. Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum bentukan SBY memutuskan tidak terlibat. "Masalah itu sudah ditangan Kapolri sendiri. Saya kira masalah intern. Saya kira kita tidak akan ikut campur masalah ini," ujar Kuntoro Mangkusubroto (Sumber: Suara Rakyat di Infokorupsi.com. Jakarta, 1 Juli 2010)

Berita TV One, Running Text, Pk 14.20.

Menurut Ketua MK Prof Dr Mahfud MD, Polri dan Kejaksaan keduanya bermasalah secara hukum didalam penegakan hukum di Indonesia (Sumber: Berita TV One, Running Text, Pk 14.20)

The Blog Links

http://ui-fisip-bellafawzi.blogspot.com/

http://miss-bellafawzi.blogspot.com/

http://tv-bellafawzi.blogspot.com/

http://isabellamuliawatifawzi.blogspot.com/

http://chikita-artwork.blogspot.com/

http://cerita-musik-ayahikang.blogspot.com/

http://chikita-life-thought.blogspot.com/

http://theanimator-chikitafawzi.blogspot.com/

http://www.ikangfawzi.com/

http://ikangfawzi.blogdetik.com/

http://ikangmarissa-ugm-ekonomibisnis.blogspot.com/

http://ikangfawzi.blogspot.com/

http://ikangfawzi-liriklagu.blogspot.com/

http://bisnis-ugm-ikangfawzi.blogspot.com/

http://ikang-marissa.blogspot.com/

ttp://marissahaque.blogdetik.com/

http://marissa-haque-universitas-terisakti.blogspot.com/

http://marissa-haque-unika-atmajaya.blogspot.com/

http://marissa-haque-ohio-university.blogspot.com/

http://marissa-haque-ipb.blogspot.com/

http://marissa-haque-universitas-gajahmada.blogspot.com/

http://positifmarissa.blogspot.com/

http://radar-banten-marissa-haque.blogspot.com/

http://waqf-fund-indonesia-marissahaque.blogspot.com/

http://ekonomisyariah-marissahaque.blogspot.com/

http://ipb-marissahaquefawzi.blogspot.com/

http://politik-ekonomirakyat-marissahaque.blogspot.com/

http://riset-illegal-logging-marissa.blogspot.com/

http://riau-forum-previlegiatum-marissahaque.blogspot.com/

http://riset-bundamarissa-hutanriau.blogspot.com/

http://bundamarissa-psl-ipb.blogspot.com/

http://bundamarissa-islam.blogspot.com/

http://mafia-pendidikan-indonesia.blogspot.com/

http://marissa-haque-pilkada-banten.blogspot.com/

http://marissa-haque-ipb.blogspot.com/

http://marissa-haque-islam.blogspot.com/

http://marissa-haque-reuni.blogspot.com/

http://marissa-haque-bil.blogspot.com/

http://etikamoral-marissahaque.blogspot.com/

http://it-ict-marissahaque.blogspot.com/

http://marissa-soraya-shahnaz.blogspot.com/

http://bundamarissa-islam.blogspot.com/

http://anak-anakbundamarissa.blogspot.com/

http://my-love-ikangmarissa.blogspot.com/

http://ikang-fawziku-tercinta.blogspot.com/

http://bingkai-komunikasi-pasutri.blogspot.com/

http://bkkbn-ikangmarissa.blogspot.com/

http://bkkbn-ikang-marissa.blogspot.com/

http://presiden-ri-kb-terbaik.blogspot.com/

http://lipi-ikangfawzi-kebunraya.blogspot.com/

http://nephentes-ikangmarissa.blogspot.com/

http://kebun-raya-ikang-fawzi.blogspot.com/

http://berpolitik-ikangmarissa.blogspot.com/

http://properti-bisnis-ikangmarissa.blogspot.com/

http://realestate-indonesia-ikangfawzi.blogspot.com/

http://bisnis-properti-ugm-ikangmarissa.blogspot.com/

http://bisnis-ugm-ikangfawzi.blogspot.com/

http://rei-ikangfawzi.blogspot.com/

http://ikang-fawzi-lampung-selatan.blogspot.com/

http://pilkada-lamsel-2010.blogspot.com/

http://zainuddin-hasan-ikang-fawzi.blogspot.com/

http://zainuddin-hasan-lampung-selatan.blogspot.com/

http://zainuddin-hasan-calon-bupati-lamsel.blogspot.com/

http://politikkerakyatandilampungselatan.blogspot.com/